OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    5 hukum dasar rasa takut

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    5 hukum dasar rasa takut

    Post by admin on Tue Mar 26, 2013 7:19 pm

    Rasa takut adalah sebuah emosi yang melindungi diri kita. Takut tidak bisa dicegah, sensasi yang kurang menyenangkan itu muncul jika berpikir kita dalam bahaya yang kita tidak siap untuk menghadapinya. Takut itu terjadi secara natural maupun ketakutan imajiner. Perasaan takut itu datang dari seluruh tubuh kita. Bisa kita dengar, lihat, rasakan, pegang, nikmati dan kita cium, atau bahkan muncul dari imajinasi kita.

    Hukum pertama takut: takut adalah emosi dasar manusia yang melindungi diri kita dari bahaya. Takut itu bukan emosi yang menyenangkan. Perut rasanya mules, jantung berdebar-debar seperti letusan gunung berapi. Kita diharuskan bertindak tanpa berpikir.

    Hukum kedua takut: Rasa takut itu bisa distimulasi dari luar diri maupun dalam diri (imajinasi) kita sendiri. Ketakutan natural itu misalnya, takut jatuh. Perasaan takut jatuh adalah perasaan yang sudah ada sejak lahir. Lihatlah seorang balita saat ia jatuh, ia akan menangis. Itulah respons tubuh terhadap rasa takut, yaitu dengan menangis. Rasa takut itu akan menyelamatkanmu dari bahaya dan terluka, dan akan menghindari lubang agar tidak terjatuh lagi dan berpikir dua kali untuk mendekati sebuah lubang. Dan pada saat itu kita akan berimajinasi secara detail mengenai peristiwa jatuh yang sebelumnya dialami dan membuatmu terluka. Alam bawah sadar kita memberi tahu kita agar berhati-hati, agar jangan sampai jatuh untuk kedua kalinya. Contoh lainnya adalah takut hantu. Hantu adalah imajinasi yang paling menyeramkan dan terburuk ini diciptakan oleh orangtua sejak kecil dan tak dapat ia lupakan. Sehingga, saat imajinasi itu muncul, seseorang akan merasa takut dan lari karena hanya itu caranya agar lebih aman. Masih dengan rasa takut yang sama, yakni takut dikejar anjing. Rasa takut ini muncul seketika saat mendengar gonggongan anjing herder yang tanpa rantai di depan sebuah rumah dan mungkin bisa menggigit kita dan mengejar kita saat kita lewat di depan rumah tersebut.

    Hukum takut yang ketiga: Kita semua memiliki ketakutan yang sama, takut mati, takut sakit, takut kehilangan, takut kehilangan harga diri. NLP adalah cara kita menciptakan pengalaman dan bagaimana cara memunculkannya dalam pikiran, tubuh dan kata-kata. NLP adalah tentang cara berpikir kita. Kita menggunakan sense untuk mengalami dunia luar, dan kita menggunakan sense untuk berpikir mengenai itu. Dalam NLP, berpikir menggunakan 5 sense. Kita melihat gambaran mental, suara hati, perasaan dan bayangan bau dan rasa yang selalu diingat dan dibayangkan. NLP mengeksplorasi makna dari stimulus ketakutan yang kita buat. Ini bukan apa yang kita pikirkan akan tetapi bagaimana cara kita berpikir dalam menciptakan ketakutan. Mengapa beberapa orang takut ketinggian, takut anjing atau bahkan takut dengan badut; sementara kita tidak takut?

    Seseorang yang takut anjing misalnya menggambarkan anjing itu besar, galak, suka menggonggong, dan mengejar kita. Bayangan mental yang terbentuk sejak kecil dan pernah dikejar anjing membuat dia tidak bisa melupakannya hingga dewasa, sehingga akhirnya dia menjadi takut. Kabar baiknya, dengan NLP kita bisa menghapus ketakutan traumatic tersebut dan merepresentasikan bahwa anjing membuat kita nyaman. Kita juga bisa mempelajari rasa takut dari pengalaman, dari orangtua dan teman dan juga dari informasi yang salah dan menghapuskannya. NLP adalah strategi mental yang akan membantu menyelesaikan masalah dalam pikiran kita. Ketakutan buatan semacam kekhawatiran, kecemasan, trauma dan paranoid yang diciptakan oleh cara berpikir kita, bukan apa yang kita pikirkan. Artikel ini akan mengajarkan kalian banyak teknik untuk melepaskan diri dari rasa takut yang muncul dari masa lalu dan menghapuskannya di masa sekarang. Salah satunya adalah dengan teknik penjangkaran (anchoring). Anchor adalah sebuah gambar, suara, perasaan, bau, rasa, atau imajinasi yang otomatis terhubung dengan kondisi emosi kita. Mereka dibentuk dari pengalaman traumatic yang unik dan tidak dialami oleh semua orang dan pengalaman ini selalu terjadi berulangkali.

    Anchors adaalah dasar dari kebiasaan. Kita bisa memicu perasaan yang baik maupun perasaa yang buruk dengan cara anchoring. Anchoring juga bisa memicu rasa takut. Kita akan menyadari bahwa semua orang punya anchor dan kita akan mempelajari bagaimana melakukan anchoring secara tepat dan terarah. Salah satunya adalah dengan penggunaan bahasa. Dengan mengubah bahasa maka kamu akan mengubah apa yang kamu rasakan dan kamu akan berbicara dengan diri sendiri bagaimana solusinya untuk menghadapi rasa takut. Pemrograman NLP ini adalah bagian dari fisiologi. Kita familier dengan perasaan takut, di mana jantung kita berdebar kencang, perut kita terasa mual. Bagaimanapun bentuk rasa takut, perasaan itu diekspresikan melalui tubuh. Ketakutan itu tidak bisa dialami oleh intelektual kita. Rasa takut itu berhubungan dengan tubuh.

    Hadapi atau lari. Itu adalah opsi yang diberikan oleh pikiran sadar kita secara cepat dan harus diambil. Beberapa orang di luar sana mengalami stress dan ketakutan yang dahsyat. Stress kronis ditandai dengan sakit kepala yang dahsyat, pandangan kabur, sakit punggung, palpitasi ( denyut jantung meningkat) dan perut kembung. Untuk mempelajari perasaan takut tersebut, maka kamu harus menyadari bahwa apa yang kamu rasakan tidak dirasakan oleh orang lain.

    Hukum takut yang ke empat: Takut itu terjadi secara natural maupun ketakutan imajiner. Perasaan takut itu datang dari seluruh tubuh kita.ketakutan natural disebabkan oleh bahaya yang menstimulasi pikiran kita. Hal itu memacu kita untuk take action menghindari bahaya. Itu adalah respons alami dengan maksud agar kita tetap aman. Ketakutan natural itu sangat berguna. Selanjutnya adalah ketakutan buatan. Ketakutan imajiner ini adalah ketakutan yang berasal dari imajinasi kita tentang sesuatu yang mungkin terjadi yang sebenarnya tidak kita inginkan di masa depan. Terkadang ketakutan imajiner ini adalah kekhawatiran yang tidak jelas. Seperti orang yang ketakutan mendapat ancaman dari orang lain yang berkata dengan keras seraya mengucap, “jangan macam-macam, nanti kamu saya bunuh kamu !.” saat orang tersebut mendengar suara keras, maka ketakutan itu muncul kembali; akan tetapi sebenarnya pembunuhan tersebut tidak pernah terjadi sama sekali karena situasinya tidak seperti apa yang kita bayangkan. Saat situasi di sekitar kita membangkitkan ketakutan natural maka kita akan memikirkan bagaimana cara menghadapi bahaya.

    Hukum takut yang ke lima: perasaan takut selalu nyata. Ketakutan natural dibentuk sebagai reaksi kita terhadap pengalaman-pengalaman dari orangtua kita yang membuat kita merasa aman. Rasa takut ini tidak membuat kita nyaman dan pada saat itulah kita termotivasi untuk melakukan sesuatu. Pikiran dan tubuh kita didesain untuk menghadapi atau sebaliknya kabur dari masalah. Ketakutan imajiner berasal dari bahaya yang kita ciptakan sendiri dalam imajinasi kita dan kemudian kita menciptakan ketakuta imajiner juga sebagai responsnya. Artikel ini saya desain untuk menghadapi ketakutan imajiner, dan kita perlu respek terhadap niat positif dari rasa takut. Banyak cara yang membuat kita lebih aman, yakni menganalisa situasi serta memperingatkan diri kita bahwa kita telah menciptakan ketakutan imajiner.



    :nice inpo dapatkan DVD eksklusif indoromance sekarang juga, bonus keanggotaan VIP seumur hidup.....http://www.indoromance.net/t60-cara-pesan-paket-dvd-eksklusif-indoromance-all-in-one-4-gb-via-sms

    :nice inpo ----> http://www.indoromance.net/t242-ketentuan-dan-fasilitas-khusus-vip-member


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 10:56 am