OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    tantangan di puncak gunung

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    tantangan di puncak gunung

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 7:59 pm

    TANTANGAN DI PUNCAK GUNUNG


    Semua tahap-tahap di atas dilakukan lagi dengan kesadaran baru, sekali lagi, setiap bulan. Lakukan selama 12 (dua belas) bulan secara berturut-turut dengan kesadaran penuh. Niscaya, mindset lama Anda yang mungkin belum menganggap sukses ada di dalam diri, akan bisa terkikis. Dengan membaca buku ini berkali-kali dengan seksama dan mengulangi tahap-tahapan yang disarankan, niscaya Anda mendapatkan sukses sesuai dengan goal yang Anda buat sendiri dalam waktu 12 bulan bahkan kurang dari itu.
    Sekarang, Anda bertanya-tanya, “Seperti apa sih pemandangan dari atas itu?” Anda mungkin mengharapkan sesuatu yang indah, seindah bayangan Anda ketika Anda berhasil membeli rumah yang elok dan mengendarai mobil keluaran terbaru. Mungkin Anda mengharapkan bahwa semua orang akan memandang Anda dengan sinar mata penuh kekaguman. Mungkin Anda berangan-angan bahwa hidup di puncak gunung kesuksesan identik dengan hidup dalam utopia. Benarkah itu? Memang ada benarnya, karena dengan menjadi mandiri secara finansial, Anda tidak perlu lagi tergantung kepada orang lain. Anda bisa dengan mantap menjalankan hari-hari Anda tanpa perlu khawatir akan makanan di meja makan, bensin di tangki, dan biaya ke dokter ketika ada yang sakit. Uang mungkin dianggap sebagai “dewa” di masa kini yang bisa mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang jauh lebih baik dan berkualitas. Ini pandangan klise yang satu.
    Pandangan yang berlawanan ada lagi. Banyak orang idealis yang menganggap “money is evil.” Identik dengan konsep idealisme kapitalis yang disalahartikan. Padahal, uang bukanlah sesuatu yang jahat atau buruk. Dalam negara-negara kapitalis sekalipun, uang adalah sesuatu yang netral. Uang banyak digunakan untuk hal-hal yang positif, bahkan untuk dipinjamkan kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia.
    Ingatlah bahwa sesungguhnya uang adalah netral. Ibaratnya sebilah pisau bisa digunakan untuk hal positif maupun negatif. Baik sepanjang perjalanan menuju sukses maupun setelah Anda merasakan berada di puncak gunung kesuksesan, Anda bisa berbuat banyak. Dengan materi maupun dengan energi belaka. Ada beberapa sisi dari “memberi” kepada orang lain yang perlu disadari dari awal: sisi spiritual, sisi publisitas, dan sisi aliansi. Yang sisi spiritual ya mudah ditebak. Semua agama mengajarkan memberi tanpa mengharapkan imbalan demi mengasihi sesama dan kehidupan di akhirat yang lebih baik. Promosi word of mouth adalah yang terbaik. Sisi aliansi dari “memberi” adalah saling membantu ketika diperlukan. Dengan memberi lebih dulu, bagi kebanyakan orang akan timbul rasa “berhutang budi.” Namun, jangan pernah satu kali pun mengharapkan balasan dari orang lain, karena 80% orang yang diberi tidak akan membalas kembali. Ini adalah kenyataan hidup yang patut dipahami dari awal. Karena, memang benar dunia ini penuh dengan pecundang (80%) dan hanya 20% pemenang, sebagaimana dikenal dengan Teori Pareto.
    Dengan hanya satu orang saja yang membalas kebaikan Anda, sebenarnya sudah besar sekali berkat yang akan Anda dirasakan di masa depan. Dengan menyebar ribuan benih, jika hanya satu persen saja yang membalas, maka buahnya sudah merupakan pembuka pintu yang luar biasa. Pemandangan dari atas tidak begitu banyak bedanya dengan pemandangan dari bawah. Perbedaan utamanya hanyalah pemandangan dari atas membuat kita semakin sadar dengan begitu banyak pilihan yang bisa diambil. Misalnya, Anda bisa memilih untuk berkuliah lagi di tingkat pascasarjana maupun meningkatkan kualitas hidup dengan memilih makanan yang lebih sehat, seperti makanan organik yang biasanya jauh lebih mahal. Semua bisa dilakukan dengan perasaan yang lebih mantap karena tidak perlu terlalu memikirkan keadaan finansial. Bayangkan, dengan melihat dari atas ke bawah, Anda pasti melihat dunia itu begitu luas namun orang-orang di kaki gunung itu kelihatan kecil.
    Anda bisa melihat kapan “semut-semut” itu bergerak ke arah Anda dan kapan mereka berkerumun. Semakin tinggi, semakin banyak, dan semakin hebat karya-karya kita di mata orang lain, semakin banyak pula tantangan yang akan kita hadapi. Dengan adanya kesuksesan, timbul suatu tanggung jawab. Dalam bahasa Inggrisnya mungkin begini success comes with responsibilities. Dengan kita sebagai personifikasi sukses, sering kali orang lain yang merasa dirinya “belum sukses,” “tidak sukses,” atau “mengharamkan sukses” akan merasa terpojokkan. Padahal, ia sebenarnya dipojokkan oleh dirinya sendiri dan perspektif akan dirinya yang demikian lemah. Di negara-negara berkembang macam Indonesia, kebanyakan hal-hal demikian terjadi baik karena individual maupun group jealousy, bahkan structural dan cultural jealousy yang tidak hanya ditujukan kepada individu si “sukses” namun segala hal yang diidentikkan dengan dirinya, seperti suku, jabatan sosial, maupun etnisitas tertentu.
    Bentuk “tantangan” yang akan Anda hadapi di puncak gunung sukses sungguh beraneka ragam. Siapkan diri dengan hati yang berani. Mulailah dari mindset dulu. Ingatlah bahwa kesuksesan finansial saja tidak akan bertahan lama karena yang lebih penting adalah menjadi manusia yang dignified.
    Dignified artinya mempunyai harga diri kesatriaan. Jangan mengambil apa yang bukan milik kita. Itu saja. Sebagai contohnya adalah korupsi yang merupakan kegiatan mencuri dan mengambil jatah orang lain secara tidak dignified. Juga jangan pernah merendahkan diri Anda supaya Anda bisa dipandang sebagai orang yang perlu “diberi.” Anda adalah pemberi, bukan sebaliknya. Meminta-minta dan menciptakan kondisi semu supaya diberi adalah suatu perbuatan yang sangat tidak dignified. Juga bersiap-siaplah untuk “menelan” kepahitan begitu Anda berada di puncak gunung kesuksesan. Akan banyak semut yang meminta dari Anda dan sahabat-sahabat sejati akan hilang berangsur-angsur, ada yang karena iri, ada pula yang merasa dirinya “tidak sejajar” lagi dengan Anda.
    Kuncinya bagi Anda adalah untuk bisa membedakan mana yang sahabat tulus, mana yang aliansi, dan mana yang bukan siapa-siapa. Bersikap baik dan ramahlah kepada mereka semua, namun Anda mesti bisa membagi waktu, uang, dan energi Anda kepada mereka. Sadari penuh bagaimana posisi Anda di mata mereka dan bertindaklah yang terbaik dengan dignity dan nurani kemanusiaan. Jangan sekali-kali mendiskon diri Anda hanya supaya orang lain “tidak tersinggung,” “tidak iri,” dan “tidak merasa kecil” di hadapan Anda. Tentu jangan mengumbar-umbar materi Anda secara tidak taktis, namun jangan pula menyamakan diri Anda hanya supaya orang lain melihat Anda setara. Orang-orang yang bukan siapa-siapa dan inferior akan tetap mencibir dan mencemoohkan Anda di belakang, walaupun Anda telah melakukan yang terbaik bagi mereka, karena ini adalah persoalan mindset yang berbeda. Jadi, lebih baik mencari orang yang bermindset sama daripada berkumpul dengan mereka yang berbeda. Pemandangan dari atas gunung kesuksesan sudah jelas sangat indah, namun angin juga pasti bertiup jauh lebih kencang. Sekali-sekali, Anda akan merasa kesepian karena “sahabat” yang “tidak kuat” dengan ke-inferior-an mereka sendiri akan berguguran satu per satu. Namun, Anda akan mendapatkan sahabat-sahabat dan aliansi-aliansi (sekutu) pengganti baru yang sama mindsetnya dengan Anda sendiri. Semua orang yang bermindset sama akan saling tertarik satu sama lain. Mindset sukses adalah filter terbaik untuk menyaring orang-orang berkualitas sama di dalam hidup Anda. Ketertarikan sering kali terjadi secara natural maupun secara tiba-tiba. Saat itulah, kesuksesan Anda akan terasa begitu berharga. Di puncak gunung kesuksesan pun ada sebuah kabin. Di situ Anda akan tinggal dan berkembang terus, di tengah-tengah kekacauan dunia. Di situ Anda akan menerangi dunia dengan cahaya kecil yang akan terus diperbesar dari tempat Anda berpijak. Anda adalah sukses bukan karena Anda patut mendapatkannya, namun karena Anda adalah sukses dan sukses adalah Anda. Not because you deserve it, but because you are success and it is already yours.

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:54 am