OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    bebaskan diri dari beban hidup

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    bebaskan diri dari beban hidup

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:10 pm

    BEBASKAN DIRI ANDA DARI BEBAN

    Anda tidak dapat berlari jauh dan lebih cepat bila membawa beban. Sebaiknya lepaskanlah beban Anda, jika tidak Anda akan terhenti di tengah jalan. Dalam mencapai kekayaan, wujud dari beban ini umumnya adalah utang. Uang yang semestinya bisa Anda akumulasikan terpaksa harus digunakan untuk membayar utang. Orang kaya bisa menjadi kaya karena mereka tidak memiliki utang atau bisa mengatur dan memanfaatkan utang dengan baik. Tidak ada seorang pun yang ingin terjebak dalam utang. Mungkin saat ini Anda melihat diri Anda sendiri, dan bertanya “ Mengapa saya bisa berutang begini banyak?” Awalnya kita lahir tanpa utang. Kita memulai hidup dengan kertas putih. Kemudian diawali dengan keputusan yang salah, seperti keputusan berinvestasi yang salah yang mengakibatkan Anda rugi besar atau kejadian yang tidak terduga, misalnya ada anggota keluarga yang sakit dan Anda terpaksa berutang. Atau bisa juga berawal dari kejadian biasa, yang mungkin tidak Anda sadari. Hal lain yang bisa membuat Anda terjerat utang adalah cara pandang Anda.
    Pandangan Anda terhadap uang harus berubah terlebih dahulu. Banyak orang yang walaupun penghasilannya bertambah tetap tenggelam dalam hutang. Hal ini disebabkan banyak orang yang terlalu percaya diri pada kondisi ekonomi. Mereka bekerja dengan baik sehingga percaya kecil kemungkinan mereka akan kehilangan penghasilan atau pekerjaan. Keyakinan ini mendorong mereka untuk membeli barang yang mereka pikir pantas mereka dapatkan, walaupun mereka belum mampu membayar kontan. Alhasil, mereka membeli dengan berutang. Mereka membeli mobil dengan cicilan selama 3 tahun. Mereka membeli furniture dengan sistem bayar belakangan. Mereka membeli TV dengan bunga 0% selama tahun pertama. Mereka membeli handycam, kamera digital, atau komputer untuk anaknya dengan kredit. Apalagi sekarang prosesnya dipermudah. Kalau beruntung bisa dapat bonus atau hadiah lagi.
    Jika Anda kehilangan pekerjaan, Anda dapat memotong biaya listrik, nonton bioskop, makan di restoran, makan di café, tetapi Anda tidak dapat menghindar dari kontrak utang jangka panjang yang sudah Anda tanda tangani. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya telah berutang. “Saya tidak berutang untuk membeli barang ini, saya mengambil kredit”. Pernyataan ini sering diungkapkan banyak orang, bahkan nada suaranya kadang terdengar bangga. Seakan-akan ada perbedaan antara kredit dan ngutang. Camkan baik-baik. KREDIT = BERUTANG. Sama juga. Kalau Anda meminjam uang pada orang lain, baik itu pada tetangga, teman, bank, toko, dan harus mengembalikan tetap saja namanya berutang. Untuk itu Anda harus selalu waspada untuk menghindari jeratan hutang. Prinsip utama untuk menghindari utang adalah berpegang pada prinsip menuju kekayaan yaitu “hasilkan lebih banyak daripada yang Anda keluarkan” atau kalau kita balik “jangan membelanjakan lebih dari yang Anda miliki”. Biasanya utang bukan disebabkan oleh rendahnya penghasilan, tetapi lebih pada besarnya pengeluaran.
    Begitu besarnya pengeluaran, sehingga Anda merasa penghasilan terlalu kecil. Padahal, jika Anda mengelola uang Anda dengan baik, risiko terjerat utang bisa diperkecil. Untuk itu hindari pengeluaran mendadak yang tidak terencana. Namun orang yang sangat berhati-hati dengan keuangannya pun bisa jatuh dalam kubangan utang, misalnya karena hal-hal tidak terduga, misalnya terjerat kasus hukum, uang Anda ditilep oleh teman, anggota keluarga ada yang sakit sehingga Anda harus berutang untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari. Who knows. Untuk menghindari hal ini, siapkanlah dana darurat. Minimal sebanyak 6 bulan gaji Anda. Dana itu dapat digunakan dalam kondisi darurat, sehingga Anda tidak perlu berutang. Siapkan dana darurat ini dalam rekening terpisah. Sering kali ada situasi di mana Anda mau tidak mau terpaksa harus berutang. Misalnya KPR atau kredit untuk biaya sekolah anak. Lihatlah kemampuan keuangan jika mengambil utang.
    Untuk memudahkan gunakan rule of thumb, besarnya cicilan yang harus Anda bayar (termasuk asuransi dan pajak) adalah tidak melebihi 30% dari penghasilan Anda. Jadi misalnya Anda hendak membeli rumah, setelah dihitung Anda harus mencicil melebihi 30% dari penghasilan. Untuk itu Anda perlu mencari cicilan dengan bunga lebih rendah atau membeli rumah yang lebih sederhana. Bisa saja Anda memaksakan diri untuk membeli rumah dengan cicilan sebanyak sampai separuh dari penghasilan Anda. Tetapi dengan cara ini Anda akan lebih mudah terjerumus bila ada interupsi di tengah jalan. Pertimbangkan juga biaya-biaya yang muncul setelah Anda memiliki rumah misalnya pajak PBB, biaya perawatan rumah, dekorasi, furniture, perbaikan, listrik, air, dll. Jika Anda berutang, apalagi untuk bisnis, BUATLAH ANGGARAN dari penggunaan utang dan jalankan anggaran tersebut. Bagaimanapun itu adalah milik orang lain yang harus Anda kembalikan, sehingga sudah seharusnya Anda lebih teliti dan hati-hati dalam penggunaannya. Lebih-lebih jika Anda menggunakan utang untuk bisnis. Sebaiknya Anda juga tidak berspekulasi dalam investasi atau bisnis tersebut.
    Utang bisa menimbulkan problem keuangan. Ada beberapa tanda-tanda bahwa Anda memiliki problem keuangan atau dengan dengan kata lain Anda menuju ke arah kebangkrutan, yaitu antara lain : (1). Anda tidak lagi memiliki tabungan atau dana darurat. (2). Anda membayar keperluan sehari-hari dengan kartu kredit. (3). Anda membayar tagihan dengan uang yang dicadangkan untuk keperluan lain, misalnya pemeriksaan kesehatan terpaksa dihapuskan untuk membayar utang. (4). Anda mulai mengencangkan ikat pinggang, dengan menghapus pengeluaran tidak penting. (5). Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang yang biasanya Anda beli kontan, seperti bahan makanan. (6). Anda mendekati kredit limit di kartu kredit. (7). Anda menarik uang dari kartu kredit untuk membayar tagihan lain dan (Cool. Anda mendapat telepon dari debt collector atau didatangi oleh penagih utang. Jika Anda sadar bahwa Anda terjerat hutang, semakin cepat Anda bertindak semakin baik.
    Jika Anda tenggelam dalam hutang, sulit untuk membuat keputusan yang rasional ketika Anda khawatir. Kemungkinan stres dan depresi sangat besar, dan ini akan mempengaruhi performa Anda dalam bekerja. Apakah Anda ingin kaya? Keluarlah segera dari jeratan utang. Tidak hanya terbebas dari utang, Anda juga akan mendapatkan sisa uang lebih yang mestinya digunakan untuk membayar utang. Jika Anda tetap terperangkap dari jeratan utang, berarti Anda membahayakan masa depan Anda sendiri. Utang itu seperti pasir hisap. Semakin lama Anda berada di dalamnya semakin susah Anda keluar. Salah gerakan sedikit akan menyebabkan Anda tenggelam. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk membebaskan diri dari utang yang melilit.
    1. Bila Anda memiliki banyak kreditor, lunasi utang yang memiliki bunga paling tinggi segera. Kalau perlu jual barang Anda, cairkan deposito, perhiasan untuk melunasi hutang ini segera. Setelah kreditor dengan bunga paling tinggi dilunasi, beralihlah ke bunga paling tinggi yang kedua. Dan seterusnya.
    2. Bayar hutang Anda dengan tabungan yang Anda miliki. Barangkali Anda saat ini masih memiliki tabungan di saat Anda juga memiliki hutang. Hitung berapa bunga bank, paling banter hanya 5%. Sedangkan bunga hutang sampai 18-40%. Hati-hati tetaplah mempertahankan sejumlah tertentu dari tabungan untuk dana darurat.
    3. Gunakan utang untuk membayar utang. Namun jangan terjebak dalam pepatah gali lubang tutup lubang. Beberapa bank saat ini banyak menawarkan untuk memindahkan beberapa utang ke satu rekening kredit. Cara ini efektif hanya kalau utang yang Anda pinjam lagi memenuhi beberapa kriteria : jumlah pokok utang tidak melebihi dari utang lama dan utang tersebut memiliki bunga lebih rendah dari utang semula. Perhatikan pula bahwa ini adalah solusi sementara. Tujuan akhir Anda adalah menghapus hutang. Jangan tergoda pada beberapa sistem kredit yang memberikan bunga rendah pada periode tertentu, bahkan tanpa bunga, kemudian meningkat secara signifikan selanjutnya.
    4. Jangan bayar dengan cicilan minimum. Jika Anda membayar dengan cicilan minimum mungkin Anda masih bisa tidur nyenyak. Enteng… Tetapi dalam jangka waktu lama Anda masih akan terjebak untuk membayar cicilan. Sedangkan dalam waktu itu, kalau diinvestasikan uang tersebut sudah akan berlipat-lipat nilainya. Ketika Anda membayar hanya cicilan minimum, sisa utang yang lain akan ditambahkan bunga. Karena itu sebabnya lama sekali melunasi dengan hanya cicilan minimum. Banyak orang memilih pembayaran minimum karena berpikir akan menghemat uang, namun sebenarnya adalah kebalikannya.
    5. Jangan tambah lagi utang Anda. Jika Anda sulit mengontrol penggunaan kartu kredit, pertimbangkan untuk menggantinya dengan kartu debit. Anda juga bisa menyimpan kartu kredit di tempat tertentu selain di dompet dan hanya digunakan untuk kondisi darurat. Jangan gunakan kartu kredit, kecuali Anda memiliki cash untuk membayar tagihannya. Dan jangan menambah kartu kredit lagi. Anda sebenarnya cukup hanya memiliki 1 atau 2 kartu kredit. Jadi, sebisa mungkin lepaskanlah beban Anda. Berlarilah tanpa beban. Semakin cepat Anda melepaskannya semakin baik. Memang kemungkinan akan membutuhkan waktu lama untuk melunasi hutang Anda. Bebas dari hutang sama seperti seperti Anda berlari, setapak demi setapak.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 12:57 pm