OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fitur² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    sudut pandang

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    sudut pandang

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:17 pm

    "Seperti pandangan mata yang terhalang, untuk
    mendapatkan pemecahan persoalan, Anda pun perlu
    mencoba menggeser sudut pandang pemikiran Anda."

    Alkisah, ada seorang petani di sebuah desa mempunyai
    hutang yang sangat besar kepada seorang lintah-darat.
    Kebetulan, si Lintah Darat naksir berat sama anak
    perempuan si Petani. Maka timbulah pikiran liciknya,
    "Hei petani, utangmu akan aku anggap lunas kalau aku
    boleh menikahi anak perempuanmu!" katanya. Tentu saja
    si Petani dan anak perempuannya itu menolaknya.

    Si Lintah Darat yang licik itu tak menyerah, "Biarlah
    kita buang undi. Saya akan memasukkan dua kerikil ke
    dalam kotak ini, satu hitam dan satu putih. Anak
    perempuanmu aku persilahkan untuk mengambilnya salah
    satu. Kalau yang terambil hitam, maka hutangmu lunas
    dan maka aku mendapatkan anak perempuanmu. Kalau yang
    terambil putih, kamu tetap berutang padaku dan aku
    tidak akan menikahi puterimu. Dan � jika anak
    perempuanmu tidak mau mengambilnya, kamu akan masuk
    penjara!" katanya sambil menyeringai licik.

    Anak perempuan petani itu tahu betul bahwa ini
    pastilah siasat licik Lintah Darat itu. Ia yakin,
    kerikil yang akan dimasukkan dalam kotak itu pastilah
    hitam semuanya. Dan benar, tanpa sengaja anak
    perempuan petani itu melihat si Lintah Darat
    memasukkan dua kerikil hitam ke dalam kotak! Anak
    perempuan petani itu memutar otak, bagaimana ia
    menyiasati akal bulus lintah darat itu. Dilema yang
    sangat besar baginya, karena kalau ia menolak
    mengambil, ayahnya akan masuk penjara. Kalau ia
    mengungkapkan kecurangan si Lintah Darat, ia sangat
    takut dan mungkin malah mencelakakan semuanya.
    Bukankah para pengikut dan pengawal Lintah Darat itu
    bagian dari skenario kelicikannya? Tetapi kalau ia
    mengambil, pastilah kerikil hitam yang terambil!

    Tapi, puji Tuhan, di saat-saat kritis itu, anak
    perempuan petani itu mendapatkan akal. Dengan
    disaksikan penduduk sekitar yang berdatangan, ia
    dengan mantap mengambil salah satu kerikil dalam kotak
    itu, menggenggamnya, dan kemudian tanpa membuka
    genggamannya, ia mempersilahkan si Lintah Darat untuk
    melihat kerikil yang tersisa dalam kotak. "Apakah
    warna kerikil yang tersisa Tuanku?" tanya anak
    perempuan petani itu.
    Tentu saja sang Lintah Darat terperanjat dengan
    kepintaran anak perempuan petani itu, "Hitam �"
    katanya lirih.
    "Karena Tuan telah memasukkan satu kerikil hitam dan
    satu kerikil putih, berarti yang ada dalam genggamanku
    ini adalah kerkil putih!" kata anak perempuan petani
    itu sambil tersenyum.

    Akhir cerita, hutang si Petani lunas, dan anak
    perempuannya tetap bersama-sama dengan dia. Dan perlu
    Anda ketahui, sampai Lintah Darat dan semua penduduk
    pulang ke rumah masing-masing, anak perempuan petani
    itu tetap tidak membuka genggamannya. Ia tidak ingin
    mempermalukan Lintah Darat itu dengan menunjukkan
    kelicikannya dalam soal kerikil hitam dan kerikil
    putih itu � Ia telah memberikan pelajaran berharga
    bagi si Lintah Darat, bagaimana niat jahatnya dibalas
    dengan tindakan bijak.

    Adakalanya kita menghadapi dilema dan saat-saat sulit
    dalam menentukan pilihan seperti yang dialami anak
    perempuan petani itu. Apabila pendekatan logika tidak
    bisa dilakukan, gunakan pendekatan yang berbeda, atau
    coba lihat dan pikirkan dari sudut pandang yang
    berbeda. Pasti akan ada jalan.

    Selamat pagi dan selamat bekerja.

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 8:03 am