OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fiturĀ² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    bunyi yang berarti

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    bunyi yang berarti

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:19 pm

    Suatu hari, seseorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut
    mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa itu.
    Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu berhenti,
    menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar. Apakah kamu
    mendengar suara yang kudengar?"

    Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan kemudian
    berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang
    lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"
    "Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya."
    sahut orang desa itu.

    Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu
    menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau.
    Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar
    suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan
    suara seekor jangkrik?"

    Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini
    sekarang."

    Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping
    tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang desa itu
    memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang
    bernyanyi keras sekali.

    Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa
    mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang
    kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar lebih
    baik dari kami."
    Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil
    berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar
    lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya
    kepadamu!"

    Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi
    uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian orang desa itu
    memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang
    itu kembali berjalan-jalan.

    Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih
    keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota
    mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya
    orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bahwa bukan orang desa
    bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa
    kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."

    ***

    Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan pada
    Allah, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita jadi
    sadar, sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus
    pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada Allah dan
    pertolonganNya. Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan
    keinginan dan cara kita dan menolak suara Allah yang mengatakan bahwa Dia
    menyediakan jalan lain yang lebih baik!

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:52 am