OFFICIAL FORUM ROMANSA TERBESAR DI INDONESIA

saat ini anda Saat ini anda mengakses forum INDOROMANCE sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi member INDOROMANCE. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk mengunduh ebook kami, mengirim pesan teks, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang! Silahkan daftar dan langsung log in untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.

Anda belum log in, silahkan klik ''log in'' dibawah ini...
Jika belum me-register, silahkan register terlebih dahulu dengan klik ''register'' dibawah ini...


*Dapat-kan fiturĀ² rahasia di Forum INDOROMANCE, jika anda meningkatkan jumlah postingan anda...

Segera >KLIK REGISTER< ( tidak sampai satu menit )

''register''


Terima Kasih

Reza De Lavega
Admin INDOROMANCE

bosan menjadi niceguys? pelajari kehidupan alpha male sekarang juga


    selamat datang masalah baru

    Share

    admin
    Instruktur Utama
    Instruktur Utama

    Male Jumlah posting : 1388
    Join date : 20.07.10
    Age : 29

    selamat datang masalah baru

    Post by admin on Thu Nov 11, 2010 8:20 pm

    Masalah memang bisa menghentikan kita untuk sementara waktu.
    Tetapi hanya kita lah satu-satunya orang yang bisa menghentikannya secara
    permanen.

    Selamat datang masalah. Apakah anda takut berhadapan dengan masalah? Kebanyakan
    orang tidak menyukai masalah dan melakukan apa saja untuk menghindarinya. Kalau
    kita mengerti apa itu masalah, maka sebenarnya tidak perlu kita terlalu
    khawatir. Justru itu menunjukkan bahwa kita memiliki tujuan, memiliki arah yang
    kita inginkan

    Setiap kita membuat keputusan, dan merancang apa-apa yang akan kita lakukan
    untuk mencapai tujuan, maka sejak saat itu siap-siaplah untuk selalu menghadapi
    masalah. Itu normal. Pekerjaan kita selanjutnya memang adalah menghadapi dan
    menyelesaikan masalah. Terus saja kita berjalan. Jika tiba-tiba terjadi apa
    yang tidak diinginkan, atau hasil pekerjaaan atau proyek kita ternyata jauh
    berbeda dari apa yang sudah direncanakan, tentu tidak perlu kita mengeluh.
    Segera saja kita kembali ke jalan yang seharusnya. Koreksi sedikit, dan kembali
    melanjutkan perjalanan.

    Dalam menghadapi masalah, manusia terbagi tiga. Ada sekelompok orang yang
    hidupnya mengeluh saja terhadap masalah. Awalnya hanya masalah kecil, namun
    karena terus dipelototin dan terus aja dibolak-balik, maka tampaklah masalah
    itu jadi amat besar dan kian menakutkan.

    Lalu ada sekelompok orang lagi yang ia bisa menerima masalah itu sebagai sebuah
    "takdir" lalu kemudian ia fokus pada solusi. Mata dan pikirannya tidak lagi
    terus melihat saja kepada masalah itu, tapi bertanya dan mencari tahu,
    bagaimana cara mengatasinya. Pikirannya ia fokuskan pada penyelesaian. Dan
    ajaib sekali otak manusia, biasanya dengan mudah orang ini bisa
    menyelesaikannya.

    Sedangkan kelompok yang ketiga adalah manusia-manusia yang tidak hanya bersabar
    dan menerima masalah itu, melainkan ia tetap mensyukurinya sebagai anugerah
    Allah yang ia maknai sebagai "ujian ketrampilan", ujian keimanan, ujian
    kesabaran, ujian kesempurnaan perjalanan ruhaninya, ujian terhadap
    kemanusiaannya. Sehingga dengan demikian, apabila ia berhasil melampauinya,
    maka naik kelas lah ia, makin dekat kepada Tuhan, dan makin hebat
    ketrampilannya, makin sempurna kemanusiaannya.

    Mereka-mereka ini tidak melihat masalah sebagai hal yang negatif, melainkan
    melihatnya sebagai jalan dan metoda meningkatkan kemampuan, pengetahuan,
    keahlian dan keimanannya, sehingga naiklah derajatnya baik di mata manusia,
    maupun di hadapan Tuhan Allah. Ia menganggapnya sebagai peluang meningkatkan
    derajat kesempurnaannya. Alhasil, jadilah ia makin sempurna, makin hebat pula
    keahliannya, dan makin tinggi pula ilmunya.

    Alkisah ada 2 orang sahabat sedang berbincang-bincang.
    A: "Saya ini adalah orang yang paling disukai Allah."
    B: "Apa buktinya?"
    A: "Saya adalah orang yang tidak pernah diberi cobaan oleh Allah".
    B: "Justru engkau orang yang paling jauh dari Allah. Sebab orang yang tidak
    pernah diberi cobaan, berarti Allah tidak ingin mengujinya."


    Jadi gimana? Apakah anda setuju kalau kita bersikap, "welcome the problem?"

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 8:04 am